Contact Us

Contact Us

Destaria Sudirman
Dosen Tetap Pendidikan Biologi FKIP UNRIKA Batam
The learning process can influence the student’s learning achievement that is the lower of students’ understanding of a subject. The lower of students’ understanding of a subject is a problem that can disturb student’ learning achievement. The lower of students’ understanding can happen in the learning process of the heredity. This research was aimed to analyze the learning process in Biology on Heredity topics at SMP Negeri 2 Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan which involved planning, conducting, and evaluating the learning process.
The research which was conducted at SMP Negeri 2 Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan was a descriptive research which used qualitative approach. The sample of this research was class IX A (the third year students in group A) and class IX F (the third year students in group F). The data was gotten through observation, interview, and questionnaires. In collecting the data, the researcher used observation sheet which referred to the Regulation of National Education Ministry Number 41 Year 2007 about the standard process for primary and high educational level. Interview was conducted in order to get the data which could not be gotten through observation. Questionnaire was administered to the students to see their alertness and understanding in learning process, while video recording was used to describe the learning process.
Based on the result of the research, it was known that (1) lesson plan designed by the teacher had not yet referred to the Regulation of National Education Ministry Number 41 Year 2007, (2) the learning process conducted by the teacher which involved time allocation, learning method, learning model and learning steps had not yet based on the lesson plan designed by the teacher, and (3) the learning evaluation had not yet referred to the Regulation of National Education Ministry Number 41 Year 2007 since the teacher did evaluation only on cognitive aspect.
Proses pendidikan di sekolah merupakan proses pembelajaran yang melibatkan berbagai komponen pembelajaran diantaranya tujuan pembelajaran, siswa, guru, bahan pembelajaran, metode, media, dan situasi lingkungan belajar. Agar kegiatan pembelajaran berjalan dengan lancar semua komponen harus berfungsi. Guru sebagai tenaga pendidik merupakan komponen penentu langkah kegiatan proses pembelajaran, yaitu dalam menentukan strategi yang akan dipilih dalam proses pembelajaran. Keberhasilan penerapan strategi pembelajaran tergantung pada keterampilan yang dimiliki guru dalam menggunakan metode, media, dan model pembelajaran. Dalam proses pembelajaran guru tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai pengelola pembelajaran.
Guru dalam menyajikan suatu materi pelajaran kepada siswa harus memiliki perencanaan yang matang agar dalam pelaksanaan pembelajaran siswa dapat menyerap apa yang disampaikan oleh guru dan tujuan yang diinginkan guru dapat tercapai. Dalam proses pembelajaran guru juga harus memahami materi pelajaran yang diajarkannya sebagai suatu pelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan dapat merangsang kemampuan siswa untuk belajar, karena salah satu faktor yang menentukan berhasil atau tidaknya siswa dalam pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki guru dalam mengajar. Menurut Ratna (1989: 78), hasil utama yang harus dicapai peserta didik dalam pembelajaran adalah penguasaan terhadap konsep secara baik dan benar.
Hasil belajar yang tinggi adalah sesuatu hal yang diharapkan dalam proses pembelajaran karena hasil belajar yang tinggi merupakan indikasi dari keberhasilan proses pembelajaran. Hasil pembelajaran yang rendah merupakan salah satu indikasi kegagalan dalam proses pembelajaran. Tinggi rendahnya hasil pembelajaran di sekolah ditentukan oleh siswa, guru, kondisi sekolah dan sarana prasarana yang terdapat disekolah itu sendiri. Selain itu hasil pembelajaran juga ditentukan oleh kesiapan guru dalam mengajar serta media pembelajaran (perencanaan), metode dan media pembelajaran yang diberikan guru dalam proses pembelajaran (pelaksanaan) serta evaluasi yang diberikan oleh guru setelah proses pembelajaran.
Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran seperti yang diharapkan, maka Pemerintah telah mengamanatkan standar proses yang tertera dalam Permendiknas No 41 tahun 2007. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan pengawasan. Untuk melihat penyebab rendahnya pemahaman siswa dalam proses pembelajaran maka harus ditinjau dari proses pembelajaran yang dilaksanakan guru kemudian dibandingkan dengan Permendiknas No 41 tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki proses pembelajaran Biologi pada materi Pewarisan Sifat Kelas IX di SMP Negeri 2 Lengayang kabupaten Pesisir selatan meliputi: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
Menurut PP No 19 Tahun 2005 Standar Nasional Pendidikan merupakan suatu acuan yang memuat kriteria minimal tentang komponen pendidikan yang memungkinkan setiap jenjang dan jalur pendidikan untuk mengembangkan pendidikan secara optimal sesuai dengan karakteristik dan kekhasan programnya. Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Standar isi dan standar proses merupakan bagian dari Standar Nasional Pendidikan.
Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan (Mulyasa, 2006: 28). Standar proses yang dimaksud telah dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 41 Tahun 2007 tentang standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mencakup : (1) Perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) penilaian hasil belajar, dan (4) tindak lanjut hasil pembelajaran. Keempat standar proses tersebut dimaksudkan untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 20 Tahun 2007 pasal I tentang standar penilaian dinyatakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan berdasarkan standar penilaian pendidikan yang berlaku secara nasional. pada Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 ditegaskan bahwa penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyususn laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.
Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyelenggaraan pendidikan secara profesional, lebih terarah, berhasil guna dan berdaya guna, melalui pengembangan dan penerapan Ilmu Pendidikan maka para Sarjana Pendidikan merasa terutama yang ada dikepulauan Riau terpanggil dan bertanggung jawab untuk lebih banyak memberikan sumbangan tenaga dan pikirannya melalui sebuah wadah/ organisasi yang diberi nama ISPI (Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia daerah kepulauan Riau yang diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNRIKA BATAM sekaligus diisi dengan seminar pendidikan dengan tema menjadi pendidik professional yang diadakan sabtu di aula universitas riau kepulauan Pembentukan pengurus ISPI KEPRI berdasarkan mandat yang diberikan pengurus pusat prof.Dr. sunaryo Kartadinata, .M.Pd kepada ibu Fitri Yanti, S.Pd, M.Pd, M.Si sekaligus dekan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Unrika Batam, bapak Drs.Hardi S Hood, M.Si dan bapak Drs. Zarefrialdi, M.Pd. Proses pelantikan dihadiri oleh wakil gubernur kepri, wakil komisi X bidang pendidikan, Asman Abnur, SE, M.Si, kepala dinas pendidikan kepri yang diwakili bapak Drs. Admadinata, M.Pd, walikota Batam yang diwakili sekretaris dinas pendidikan, Drs. Yahya, rektor Unrika beserta wakir rector dan para dekan dilingkungan unrika.
Adapun kepengurusan dan keanggotaan ISPI Kepri terdiri dari alumni sarjana pendidikan baik berprofesi sebagai dosen, guru, tenaga kependidikan, biokrat , swasta dan swasta yang bersedia menyumbangkan pikiran untuk membangun pendiidkan di Kepri. ketua umum dari pengurus ISPI Kepri adalah Drs.Hardi S.Hood, M.Si ,sekretaris umum ibu Fitri Yanti, S.Pd, M.Si dan bendahara umum bapak Drs. Syahir.
Sesuai AD/ADRT ISPI maka diantara tugas yang akan dijalankan pengurus dan anggota adalah menyelenggarakan pertemuan ilmiah dan penelitian mengenai ilmu, seni, budaya dan teknologi pendidikan, mengadakan kerjasama yang saling menguntungkan dengan lembaga-lembaga pemerintah dan swasta serta lembaga organisasi profesi lainnya, menerbitkan media komunikasi ilmu, seni, budaya dan teknologi pendidikan.Melindungi kepentingan profesional para anggota dan mengembangkan profesi kependidikan, melindungi kepentingan masyarakat dari praktek pendidikan yang merugikan, membangun kerjasama dengan berbagai komunitas profesi pendidikan dan profesi lain baik yang besifat nasional maupun internasional
Selesai pelantikan diteruskan dengan seminar pendidikan dengan pembicara langsung ketua Ispi Pusat sekaligus rector universitas Indonesia (UPI) Prof. Dr. sunaryo kartadinata, M.Pd dan dan prof, Dr. Ahman, M.Pd dengan jumlah peserta sebanyak 750 orang dimulai dari kepala sekolah, para guru dari SMA, SMP/ sederajat, SD, TK dan paud sekepri. Acara berlansung dengan a lot dan meriah serta ucapan selamat dan penghargaan dari wagub atas sumbangsih dari semjua pendidik di Kepri.
Fakultas Keguruan dan ILmu Pendidikan (FKIP) akan mengadakan Seminar dan Pelantikan Pengurus Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Wlayah Propinsi Kepulauan Riau dengan Tema ” Menjadi Pendidik Profesional ” dengan Pembicara :
1. Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M. Pd. Ketua Umum ISPI
2. Prof. Dr. Ahman, M. Pd. sekretaris ISPI
Yang akan dilaksanakan Pada :
Hari : Sabtu, 15 Maret 2014
Waktu : Pukul 08.00 Wib – Selesai
Tempat : Auditorium Universitas Riau Kepulauan jalan Batu Aji Baru 99 Batam
Registrasi Pendaftaran : Ruang Prodi Matematika, Kontak person Jayadi Putra, 087822558784.
Kontribusi : Mahasiswa FKIP UNRIKA Rp. 50.000.
Umum Rp. 100.000 untuk Registrasi Hari Sabtu Rp. 125.000.
Mengingat Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003, PP RI Nomor 19 tahun 2005 dan peraturan perundang-undangan lainnya serta kecenderungan perkembangan kebijakan tentang pendidikan tinggi yang menekankan pada mutu dan akuntabilitas publik institusi perguruan tinggi dan program studi maka diperlukan akreditasi program studi sarjana.
Pengembangan akreditasi program studi merujuk kepada:
Menyikapi hal ini FKIP UNRIKA mengadakan Pelatihan Borang akreditasi. Pada dasarnya setiap perguruan tinggi harus berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas Prodi di setiap Fakultas yang ada yang mana salah satu syarat untuk terwujudnya Kualitas perguruan tinggi yang baik yakni dengan meningkatkan Akreditasi setiap Prodi yang ada, dengan hal ini FKIP UNRIKA mengadakan Pelatihan secara Rutin dalam penyusunan BORANG. Pelatihan BORANG yang di hadiri Dekan dan Wakil Dekan FKIP serta dosen-dosen dengan Pemateri Oleh bapak Darul Amman Harahap selaku Pembantu Rektor II UNRIKA. Pelatihan Borang yang di ikuti dosen tetap FKIP UNRIKA Pada Tanggal 4 Januari 2014 yang bertempat di Ruangan Micro Teaching FKIP UNRIKA berjalan dengan baik dan adanya antusiasisme dari Peserta yang hadir, hal tersebut dapat mencerminkan Bahwa adanya kesungguhan dan kerja keras Dosen-dosen FKIP UNRIKA untuk Meningkatkan Kualitas Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan pada setiap Prodinya.
Pelatihan borang ini bertujuan untuk menyamakan Persepsi Khususnya dosen-dosen FKIP UNRIKA dalam Pengembangan FKIP UNRIKA kedepan Lebih baik lagi.
Bertempat di Auditorium Universitas Riau Kepulauan Batam, acara penutupan olimpiade matematika tingkatmahasiswa, SMA dan SMK telah dilaksanakan malam tadi tepat nya pukul 20.00 Wib, (Jumat, 6 Desember 2013). Acara di hadiri sekitar 300 orang yang terdiri dari Dekan FKIP Unrika Fitri Yanti, S.Pd, M.Si, M.Pd, dosen dan jajaran civitas akademika UNRIKA Batam, para guru, orang tua serta peserta dari seluruh SMA dan SMK Se-Kota Batam.
Serangkaian acara yang dimulai babak penyisihan pada 17 November 2013, kemudian final pada 24 November 2013 ini melombakan 5 kategori, yaitu kategori SMA IPA, SMA IPS, SMK teknik dan SMK non teknik. Dahrul Aman Harahap, S.Pt,MM selaku wakil rektor III dalam sambutannya menyampaikan bahwa olimpiade matematika akan terus dilaksanakan setiaptahunnya dan berharap peran aktif baik dari mahasiswa maupun siswa SMA dan sederajat.
Tubagus Pamungkas, S.Si, M.ScKetua Program Studi Pendidikan Matematika di sela-sela aktivitasnya, mengharapkan dengan adanya kegiatan olimpiade ini akan terus meningkatkan jiwa sportivitas dalam setiap bertanding dan sangat berharap agar parajuara dapat mewakili Batam ketingkat nasional atau bahkan ketingkat internasional nantinya.
Berikut nama-nam apemenang yang mewakili masing-masing sekolahnya, Untuk tingkat
SMA IPA Juara I Jeivic Prince Dari SMA Mondial
Juara II Nathan Dari SMA N 1
Juara III Timoty Dari SMA Mondial
SMA IPS Juara I Dennis Wijaya Dari SMA Maitereyawira
Juara II Verdia Dari SMA Mondial
Juara III Lili Febrian Dari SMA Maitereyawira
SMK Teknik Juara I M. Syafrudin Sholeh Dari SMKN 6
Juara II Ridho Junaidi Dari SMK Islam Hang Tuah
Juara III Muhammad Ridwan Dari SMK AL AL-Azhar
SMK non Teknik Juara I Vega Agustinadari SMK Widya
Juara II Lani Melinda dari SMK 4
Juara III Risma Esti Ningrum Dari SMK 4
Ketua panitia kegiatan Olimpiade Matematika, Rio Cahyo mahasiswa semester I Pendidikan Matematika Unrika Batam beserta segenap panitia tidak lupa mengucapkan selamat kepada parapemenang.
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan setiap manusia karena dengan mengenyam pendidikan, manusia akan mampu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya untuk mencapai kesejahteraan hidup. Sebagai suatu proses yang dinamis, pendidikan senantiasa menuntut adanya suatu perubahan dan perbaikan secara terus-menerus dan berkelanjutan untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dan cerdas. Tuntutan mendasar yang dialami dunia pendidikan saat ini adalah peningkatan mutu pendidikan.
Meningkatkan mutu pendidikan merupakan tugas dari setiap instansi yang terkait dalam dunia pendidikan termasuk masyarakat. Pendidikan adalah syarat yang tak dapat di hilangkankan, karena pendidikan merupakan syarat utama untuk memajukan suatu bangsa dan negara. Berkaitan dengan hal itu maka pemerintah terus memperbaharui undang – undang dalam dunia pendidikan termasuk memperbaharui Kurikulum setiap tahunnya. Pemerintah terus memperbaharui kurikulum sesuai dengan perkembangan zaman dari waktu ke waktu bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan agar tidak ketinggalan zaman. Hal inilah yang terkadang membuat masalah bagi setiap sekolah dan guru, khususnya yang ada di lingkungan kota Batam karena sering tidak mendapatkan informasi yang akurat terhadap kurikulum terbaru setiap perubahannya.
Tujuan Penyelenggaraan seminar adalah:
1) Meningkatkan Mutu Pendidikan,khususnya melalui penerapan Kurikulum 2013
2) Meningkatkan pemahaman peserta terhadap Kurikulum 2013
3) Meningkatkan kemampuan peserta dalam proses pembelajaran
4) Meningkatkan kualitas Guru
5) Membantu mensosialisasikan Kurikulum 2013 kepada pendidik dan tenaga kependidikan
Kegiatan seminar kurikulum 2013 dengan pemateri Bapak Prof.Dr. Widodo., MS ini di hadiri oleh beberapa guru Matematika Kota Batam serta Mahasiswa Unrika. Kegiatan tersebut tidak hanya Penyampaian Materi tetapi juga diakhiri dengan pemberian Doorprize Oleh Panitia ke setiap peserta yang beruntung.


You must be logged in to post a comment.