Contact Us

Contact Us

Nomor :164 /WR II/UNRIKA/VI/2012
Lamp. : –
Perihal : E d a r a n
Kepada : Yth. 1. Dekan Fakultas Ekonomi
2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
3. Dekan Fakultas Teknik
4. Dekan Fakultas Hukum
5. Dekan FISIPOL
Universitas Riau Kepulauan
Di
T e m p a t
Dengan hormat,
Bersama ini disampaikan bahwa sehubungan dengan telah berakhirnya Palaksanaan Ujian Akhir Semester Genap Tahun Akademik 2011/2012 Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) Batam, dan akan masuknya awal Semester Ganjil tahun akademik 2012/2013, maka dengan ini diberitahukan hal-hal sebagai berikut :
Kepada Dekan diminta untuk melaksanakan pengawasan danpengendalian proses tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Demikian edaran ini dikeluarkan untuk dapat dilaksanakan. Atas perhatian dan kerjasama yang diberikan diucapkan terima kasih.
Wakil Rektor II,
Rahman Hasibuan, S.E, M.Si
NIDN. 1005096501
Tembusan Yth.
Fitri Yanti
Dosen Tetap Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UNRIKA Batam
ABSTRAK
Krisis multi dimensi yang dilakukan pejabat-pejabat negara dan kroni-kroninya ini menghadirkan suatu pertanyaan bagi beberapa kalangan mahasiswa, kenapa mereka para pemimpin bertingkah laku sangat menyimpang dari tatanan kehidupan di negeri yang berazaskan Pancasila ini, disamping itu para pemimpin ini adalah orang-orang yang mendapat pendidikan Pancasila sampai ke perguruan tinggi.
Dalam rangka menumbuhkan kesadaran dalam mempertahankan keutuhan bangsa dan tanah air Indonesia, maka pendidikan pancasila dibutuhkan di perguruan tinggi dengan landasan yuridis Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 yang isinya bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa harus dari dini dikenalkan dan diajarkan kepada manusia Indonesia termasuk di Perguruan Tinggi. Sebagai pembentuk intelektual yang bermoral ketuhanan dan kemanusian..
PENGANTAR
Tulisan ini disajikan berangkat dari munculnya suatu keprihatinan moral yang dalam atas terjangkitnya beberapa kalangan termasuk segolongan mahasiswa oleh penyakit “alergi Pancasila” di era reformasi. Hal ini dikarenakan telah terjadinya berbagai krisis di Indonesia dengan merajalelanya korupsi, kolusi, nepotisme dan tindakan serta prilaku penguasa yang sewenang-wenang di masa orde baru. Krisis multi dimensi yang dilakukan pejabat-pejabat negara dan kroni-kroninya ini menghadirkan suatu pertanyaan bagi beberapa kalangan mahasiswa, kenapa mereka para pemimpin bertingkah laku sangat menyimpang dari tatanan kehidupan di negeri yang berazaskan Pancasila ini, disamping itu para pemimpin ini adalah orang-orang yang mendapat pendidikan Pancasila sampai ke perguruan tinggi.
FENNY AGUSTINA2, SUGIYONO3, BAMBANG HARIYANTO
(Dosen Tetap Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau Kepulauan Batam
ABSTRACT
The objectives of the research were to find the best formulation of instant corn porrigde and to study the water sorption isothermic of the product to predict its shelf life. Pre-gelatinization, slow freezing and drying processes affected significantly on physico-chemical characteristics of instant corn flour and instant corn grits. The best formulation of instant corn porridge was 10 g of instant corn flour, 35 g of instant corn grits, 25 g of maltodextrins and 30 g of milk powder. The water sorption isothermic curve of the product showed a sigmoid curve. The curve implied three fractions of bound water, the first fraction (Mp) was 3.43%(db) to be equal of Aw = 0.13, the second (Ms) was 22.78%(db) to be equal of Aw = 0.86 and the last one (Mt) was 37.83%(db) to be equal of Aw = 1. The product packaged in alufo and stored. 90 RH was predicted to have a 2.3 years shelf life.
Key words : Instant corn porrigde, pre-gelatinization, slow freezing, drying, water sorption isothermic, shelf life.
PENDAHULUAN
Pemenuhan kebutuhan pangan masih menjadi masalah yang rumit bagi bangsa Indonesia saat ini. Ditinjau dari sisi ketersediaan dan kecukupan pangan pokok yang berbasis karbohidrat, negara kita sangat bergantung pada komoditi beras. Di Indonesia, dari segi produksinya jagung merupakan komoditas serealia kedua setelah beras. Jagung dapat dimanfaatkan sebagai tepung komposit yang digunakan sebagai bahan substitusi oleh industri pengguna terigu dan konsumen yang menggunakan beras sebagai pangan pokoknya. Teknologi instanisasi dikembangkan untuk memenuhi selera masyarakat yang cenderung menginginkan kemudahan dan kepraktisan dalam penyajian pangan. Produk-produk pangan instan yang telah dikenal dipasaran seperti beras instan, bubur instan, mie instan, puding instan dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah menghasikan formula bubur jagung instan yang diterima secara organoleptik dan mengkaji isotermik sorpsi air guna pendugaan umur simpan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan produk pangan olahan jagung sebagai makanan cepat saji yang dapat diterima oleh masyarakat dan mendukung program diversifikasi pangan berbasis komoditi lokal.
Dahrul Aman Harahap
DosenTetap Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau Kepulauan Batam
Latar Belakang
Usaha peternakan unggas di Indonesia secara kuantitas telah maju dengan pesatnya terutama ayam broiler. Namun persyaratan gizi asal ternak terutama protein hewani bagi rakyat Indonesia belum dapat terpenuhi sesuai dengan persyaratan gizi. Telah banyak upaya yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi protein hewani dari bidang peternakan namun untuk mencapai hasil yang optimal dan efisiensi pemeliharaan masih dibatasi oleh banyak kendala. Keadaan ini disebabkan beragamnya faktor yang berpengaruh terhadap produksi. Diantara faktor – faktor tersebut yang paling dominan adalah makanan dan manajemen pemeliharaan.
Efisiensi pemeliharaan ayam broiler yang ingin dicapai sering menyebabkan peternak kurang memperhatikan efek yang timbul sebagai akibat dan perubahan manajemen yang dilakukan. Penempatan ayam di dalam kandang sering hanya mempertimbangkan efisiensi tempat dan biaya kandang, sehingga luas lantai untuk setiap ekor ayam kurang memadai untuk pertumbuhan normal. Luas lantai dan temperatur kandang berkaitan erat dengan tingkat kenyamanan bagi ayam dari tingkat efisiensi dan pemeliharaan.
Penempatan ayam-ayam di dalam kandang dengan luas lantai yang terlalu longgar akan dapat menurunkan efisiensi, karena selain memerlukan biaya yang lebih besar juga akan terjadi pemborosan energi yang dikeluarkan oleh ayam akibat terlalu banyak aktivitas. Sebaliknya penempatan ayam pada luas lantai yang terlalu sempit akan menyebabkan ayam sulit bergerak yang dapat berakibat timbulnya stres dan produksinya menurun.
Fitri Yanti
(Dosen Tetap Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UNRIKA Batam)
Pendidik atau guru merupakan sosok yang begitu dihormati lantaran memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Ketika orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah, pada saat itu juga ia menaruh harapan terhadap guru, agar anaknya dapat berkembang secara optimal. Minat, bakat, kemampuan, dan potensi peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individual. Tugas guru tidak hanya mengajar, namun juga mendidik, mengasuh, membimbing, dan membentuk kepribadian siswa. Kekwatiran muncul dikala semakin banyaknya problem-problem yang muncul dari kalanganan siswa termasuk tawuran..Ada kegalauan muncul kala menjumpai realitas bahwa guru lebih banyak menghukum daripada memberi reward siswanya. Ada kegundahan yang membuncah ketika sosok guru berbuat asusila terhadap siswanya. Dengan demikian sangat perlu penciptaan karakter profesional bagi semua pendidik.
PENDAHULUAN
Bicara mengenai pendidikan secara mendasar, maka perlu membicarakan hakikat manusia sebagai pelaku dan sasarannya. Pada dasarnya manusia mempunyai hakikat potensi untuk menjadi lebih baik. Manusia hanya perlu mengamati sesuatu sekitarnya secara sepintas untuk bisa diyakinkan bahwa kemampuan manusia memang merupakan kanyataan. Oleh karena itu diperlukan upaya dasar untuk mewujudkan harkat dan martabat manusia.
You must be logged in to post a comment.