Contact Us

Contact Us

UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN (UNRIKA) BATAM TAHUN AKADEMIK 2013/2014, KEMBALI MENERIMA MAHASISWA BARU, DENGAN TAHAPAN SEBAGAI BERIKUT :
2. GELOMBANG II :
3. PERSYARATAN DAFTAR ULANG UNTUK GELOMBANG I DAN II SBB:
DIII – Rp. 1,500,000,- DII. Rp. 1.000.000, – DI. Rp. 500.000,-
DEMIKIAN PENGUMUMAN INI DISAMPAIKAN, ATAS PERHATIANNYA DI UCAPKAN TERIMAKASIH.
PANITIA PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNRIKA – T. A 2013 / 2014
K E T U A, SEKRETARIS,
(EDWIN AGUNG WIBOWO, SE.,M.Comm) ( RAMON ZAMORA, SE.,MM )
Suryo Hartanto, ST, M.Pd.T
Dosen Tetap Program Studi Pendidikan Matematika
Sebuah lagu merupakan curahan hati dari sang penciptanya, menulis baris demi baris bait lagu tentu mempunyai makna atau pesan yang akan disampaikan kepada pendengar lagunya. Mengusik tentang lagu “dondong opo salak” dalam syair bahasa jawa, yang dipopulerkan pertamakali oleh penyanyi senior Krisbiantoro sekitar tahun 60-70-an, lagu tersebut adalah lagu anak-anak, namun didalam syairnya yang lugas, tidak berbelit-belit dan mudah dipahami, apabila didalam,i akan memberikan pemahaman makna tentang pekerti yang luhur. Kira-kira seperti dibawah ini syair lagu tersebut.
Dondong opo salak, (Buah dondong, apa buah salak). Duku cilik-cilik, (Buah duku kecil-kecil) . Andong opo becak (Naik kereta kuda atau naik becak) , Mlaku thimik-thimik. (Jalan pelan-pelan)
Tidak perlu lama untuk menghafalkan lagu sedemikian pendek, mudah diingat. Kalau diperhatikan, buah-buahan yang disebutkan diatas bukanlah buah istimewa yang harganya selangit, ataupun mungkin buah impor, buah tersebut adalah buah lokal dan bahkan buah yang murah, namun kemudian apabila kita berikan makna falsafah dalam buah tersebut tentu akan lain ceritanya.
Buah dondong/kedondong: seperti yang kita ketahui buahnya halus pada bagian luar, namun setelah kita makan, seperti apakah isinya?, berduri , teksturnya berantakan, bahkan kita harus berhati-hati untuk memakanya. Makna dalam hidup mengenai buah kedondong, menjadi manusia seharusnya antara lahir dan batin adalah sejalan. Apabila antara lahir dalam hal ini ucapan dan tingkah laku tidak sama dengan isi hati, bisa disebut dengan orang yang culas, bahkan dalam islam, orang yang bertingkah seperti tersebut dianggap orang munafik, antara perbuatan dan ucapan sudah jauh berbeda. Dijelaskan dalam hadist berikut
Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia berkhianat”. (HR Bukhari)
Buah salak : buah yang satu ini berbalik dengan buah kedondong, seperti kita ketahui, buah salak, daging buahnya ditutup oleh kulit yang terlihat bersisik dan tajam, susah untuk di buka, tentunya masih banyak buah yang seperti demikian, tampak luarnya saja yang tidak bagus, namun dalamnya sangat kita suka. Dalam kehidupan, bersosial dan bermasyarakat kita tidak boleh hanya melihat dan menilai seseorang dari tampak luarnya saja, tampak dari luar memang tidak baik, belum tentu isi hatinya. Kalau bahasa sekarang yang familiar adalah “inner beauty”. Pergaulan dimasa masa sekarang telah mendewakan penampilan saja, sehingga apa yang ada didalam seolah dapat ditutupi semuanya oleh penampilan luar. Tentang buah salak dalam kejadian saat ini adalah , apa saja yang luarnya tidak baik maka angapannya tentu bagian dalam juga tidak baik. Sikap yang demikian dalam agama islam bisa dianggap bersuudzan kepada orang lain, karena selalu menilai dari kulit luarnya saja.
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.” (Al-Hujurat: 12)
Buah Duku: Meskipun buahnya kecil, namun buah ini seharusnya menjadi wakil dalam memfilosofi hidup kita, kulit luar dan isinya sama, luarnya halus dalamnya pun demikian. Sudah seharusnya watak manusia yang beradab, berpendidikan dan berakhlak, paling tidak beriman kepada tuhanya, akan menjalankan kebaikan, bertingkah laku layaknya gambaran buah duku, meskipun kecil antara kulit dan isinya sama-sama menunjukkan hal yang baik.
Di lanjutkankemudian dengan syair lagu selanjutnya. Andong Opo Becak, Mlaku thimik-thimik, makna dengan bahasa Indonesia adalah memilih naik andong atau becak, apa jalan pelan-pelan. Kalau kita maknai, kenapa harus memilih antara naik andong atau naik becak, tetapi kemudian ternyata yang dipilih adalah dengan jalan pelan-pelan. Berjalan menuju sebuah tujuan atau menggapai sebuah tujuan seharusnya dilakukan dengan pelan namun pasti, bukan mengambil jalan pintas, jalan yang memanfaatkan jerih payah orang lain atau dengan tenaga orang lain, sementara kita hanya berpangku tangan mengandalkan uang dan sesuatu yang dapat membeli tenaga atau jasa seseorang. Andong adalah filosofi dimana kita menggunakan tenaga kuda dan sang kusir untuk menuju sebuah tujuan, naik becak juga demikian, menggunakan tenaga sipengayuh becak untuk menuju sebuah tujuan. Semua perilaku menggunakan tenaga orang lain atau tangan kedua, dalam hal ini adalah memperlancar kegiatan dalam artian yang positif tentu tidak akan bermasalah namun apabila tujuanya adalah yang negative tentu sudah melanggar aturan,norma-norma yang berlaku di masyarakat, norma hukum, norma agama, norma sosial dan budaya. Dalam sebuah ayat al-quran dituliskan
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Semua daya upaya dalam kehidupan tidak akan pernah lepas dari cobaan dan ujian, mencari sesuatu atau mengusahakan sesuatu tentu ada pengorbanan, untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan sifat pantang menyerah, bersungguh-sungguh dalam menjalankan apa yang diinginkan, insyaallah akan tercapai dengan baik.
Pada syair “mlaku thimik-thimik”, jalan pelan-pelan, merupakan sebuah presentasi kesunguh-sunguhan dalam menjalankan upaya menuju tujuan. Dalam sebuah novel yang pernah saya baca, tentunya novel inspiratif, terdapat kalimat yang berbunyi “manjadda wa jadda” yang artinya kurang lebih adalah, barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil. Sebuah usaha dan kesungguhan hati, dalam artian antara usaha dan doa, dipompakan dengan semangat juang, tidak ada hal yang mustahil untuk didapatkan.
Kembali kepada topik pendidikan, perkembangan jaman yang luar baiasa pesat, baik dari segi teknologi dan budaya, saat ini sudah sangat jarang ditemukan di sekolah-sekolah, menyampaikan pendidikan karakter melalui media lagu atau kegiatan lain, kita ketahui pendidikan karakter adalah upaya didalam membangun generasi yang santun, generasi yang cerdas, generasi yang menghargai orang lain, intinya adalah generasi yang berakhlak. Salah satu bukti pendidikan karakter yang gagal saat ini adalah siswa tawuran, hampir semua pemberitaan dimedia masa, tawuran pelajar terjadi di seluruh pelosok negeri. Adakah yang salah dengan system pendidikan Negara kita, yang biasa terdengar adalah setiap tahun selalu dibebankan standar nilai kelulusan semakin tinggi, apa yang terjadi kemudian, kong kalikong antara siswa dengan siswa, agar bisa lulus bagus, bahkan gurupun berperan terjadinya kecurangan membocorkan kunci jawaban dalam ujian nasional.
Harapan yang terbesar saat ini sebagai salah satu pendidik adalah memulai dari diri pribadi, untuk selalu menanamkan moral dan etika dalam setiap belajar mengajar, minimal bisa dimulai dari pendidikan keluarga, selalu mengingatkan pribadi masing-masing bahwa berperilaku jujur, adil tidaklah sesuatu yang kampungan atau kuno. Menjadi guru hebat tidaklah mudah, namun tetap harus dimulai, Seperti yang juga disampaikan oleh William Arthur ward, penulis paling inspiratif pada fountain of faith, Amerika. Guru yang biasa, berbicara. Guru yang bagus, menerangkan. Guru yang hebat, memperagakan. Guru yang agung, member inspirasi. Maka pilihan jatuh pada diri kita masing-masing, akan seperti guru yang manakah kita..?
ISMARTI,S.SI,M.SC
(DOSEN TETAP PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNRIKA BATAM)
Tulisan ini telah dimuat di Halaman Opini Harian Batam Pos, Tanggal 25 Maret 2013)
Peringatan Hari Air Sedunia, 22 Maret lalu merupakan wujud keprihatinan masyarakat dunia akan kondisi sumber daya air. Air, benda yang paling berharga di dunia, saat ini mengalami penurunan kualitas. Persediaan air, saat ini sudah sampai pada tahap yang kritis. Bukan hanya di Indonesia, tetapi masyarakat dunia pun menghadapi persoalan yang sama. Saat ini, 1,2 miliar penduduk dunia tidak mempunyai akses air bersih dan hampir dua kali lipatnya tidak mempunyai fasilitas sanitasi yang memadai. Dari tahun ke tahun di berbagai daerah selalu terjadi kelangkaan dan kesulitan air. Kecenderungan konsumsi air naik secara eksponensial, sedangkan ketersediaan air bersih cenderung berkurang akibat kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi, degradasi lingkungan pada daerah tangkapan air, konflik antar pengguna air, fungsi badan pengelola air yang belum optimal dan efisien, mengakibatkan fungsi sosial dan ekonomi air pun terganggu. Konversi lahan mengakibatkan terganggunya siklus hidrologi yaitu berkurangnya resapan air dan tingginya run off. Tingginya tingkat pengambilan air bawah tanah oleh industri dan ketidakpedulian masyarakat sebagai pengguna air juga merupakan pemicu penurunan kualitas dan kuantitas air.
Air merupakan salah satu kebutuhan yang vital dan merupakan unsur dasar bagi kehidupan di bumi. Lebih dari 70 persen komponen penyusun makhluk hidup adalah air. Tanpa air, berbagai proses kehidupan tidak dapat berlangsung dengan baik. Manusia pada dasarnya hidup di planet air sebab 70 persen permukaan bumi dikelilingi oleh air. Selama hidupnya manusia memerlukan sekitar 16 ribu galon air. Untuk memenuhi kebutuhan dasar, rata-rata manusia memerlukan 2 liter atau sekitar 8-10 gelas air perhari. Di Indonesia, kebutuhan air per hari per orang rata-rata 160 liter. Dari sejumlah itu 100 liter untuk keperluan mandi, cuci, kakus, dan sisanya sebanyak 60 liter untuk keperluan lain seperti menyiram dan mencuci perabotan rumah-tangga. Konsumsi air tawar pada komunitas manusia bertambah sejalan dengan perkembangan budaya dan kemajuan teknologi.
Kepulauan Riau merupakan wilayah kepulauan yang sangat mengandalkan sumber air permukaan sebagai sumber air baku yang dimanfaatkan sebagai air minum. Terdapat 43 waduk yang tersebar di Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Karimun. Di Pulau Batam, Otorita Batam membangun waduk-waduk untuk menampung air hujan sebagai sumber air baku untuk penyediaan air bersih. Berdasarkan inventarisasi Pemprov Kepulauan Riau, di Kota Batam telah dibangun 13 waduk dan 6 diantaranya sudah dimanfaatkan sebagai sumber air baku. Keenam waduk inilah (Waduk Sei Harapan, Sei Baloi, Sei Nongsa, Sei Ladi, Mukakuning dan Duriangkang) yang mensuplai kebutuhan air bersih di Kota Batam dengan total kapasitas 3.850 lt/dt (BP Batam, 2013). Selain itu, di Kota Batam saat ini sedang dilakukan pembangunan Waduk Tembesi dalam rangka peningkatan ketersediaan air bersih untuk mangantisipasi kebutuhan air warga Kota Batam.
Kondisi air digambarkan dengan kualitas dan ketersediaannya (kuantitasnya). Kualitas air berhubungan dengan kelayakan pemanfaatannya, sedangkan ketersediaan air berhubungan dengan barapa banyak air yang dapat dimanfaatkaan dibandingkan dengan kebutuhannya.
Penentuan kualitas air sungai dan sumber air lainnya dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001, mutu air ditetapkan menjadi 4 kelas yaitu: air kelas I (air yang peruntukkannya untuk air baku air minum), air kelas II (air yang peruntukkannya untuk sarana rekreasi air), air kelas III (air yang peruntukkannya untuk budidaya perikanan), dan air kelas IV (air yang peruntukkannya untuk mengairi tanaman).
Adapun parameter kualitas air yang dipantau sebanyak 17 parameter yang terdiri dari 8 parameter fisika yaitu warna, bau, kecerahan, DO, DHL, temperature, salinitas, TSS serta 9 parameter kimia yaitu pH, BOD, COD, klorin, nitrit, phosfat, sulfat, nitrat dan besi. Kepulauan Riau merupakan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi di Sumatera, yakni 4,99 persen per tahun dan merupakan tertinggi kedua setelah Papua. Sebanyak 56,34 persen dari penduduk Kepri terpusat di Kota Batam. Kota Batam menjadi kota di Kepulauan Riau yang pertumbuhan penduduknya paling tinggi dalam satu dasawarsa terakhir, yakni 7,70 persen per tahun. Hasil Sensus Penduduk 2010 di Kepulauan Riau menunjukkan Kota Batam sebagai daerah dengan penduduk terbanyak yaitu 949.775 jiwa, terdiri atas 486.404 laki-laki dan 463.371 perempuan (SLHD Provinsi Kepulauan Riau).
Penduduk di Kota Batam sebagian besar memanfaatkan air ledeng sebagai sumber air bersih. Hal ini dikarenakan jenis tanah di Kota Batam yang tidak dapat menyimpan air dengan baik, sehingga lebih efektif jika menggunakan waduk buatan sebagai penampung air hujan. Dalam hal air minum, sebanyak 71,95 persen rumah tangga menggunakan air kemasan sebagai air minum, sisanya menggunakan air ledeng, sumur dan sumber lainnya seperti mata air, air hujan dan air sungai (BPS Provinsi Kepulauan Riau).
Pengelolaan sumber daya air yang tidak berkelanjutan menyebabkan kekhawatiran bahwa ketersediaan dan kualitas cadangan air menjadi ancaman bagi penduduk setempat. Di beberapa negara, masalah terbesar mengenai persediaan air bersih bukan bersumber dari kelangkaan air dibandingkan dengan jumlah penduduk, melainkan dari kekeliruan menentukan kebijakan dalam pemanfaatan air.
Semua orang tentunya berharap bahwa air seharusnya diperlakukan dengan bijak, dimanfaatkan secara bijak dan dijaga dari cemaran. Namun pada kenyataannya, air selalu dihamburkan, dicemari dan disia-siakan. Jika tidak melakukan perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air, maka bukan tidak mungkin, ancaman krisis air di Batam akan menjadi kenyataan dalam beberapa tahun ke depan. Penggunaan air harus mempertimbangkan daya dukung dan diiringi dengan upaya konservasi sumber daya air.
Sebagai warga yang baik, tentu kita perlu melakukan untuk mencegah ancaman kelangkaan air bersih. Di antaranya menggunakan air secara bijaksana, dengan kata lain menghemat air. Cara hemat air di rumah merupakan salah satu solusi dalam menghadapi krisis air bersih. Dengan menghemat pemakaian air di rumah selain hemat uang juga menjadi langkah bijak bagi lingkungan hidup terutama demi ketersediaan air bersih.
Langkah kecil dan cara mudah yang dapat dilakukan untuk menghemat air di rumah yaitu matikan keran saat sedang menggosok gigi. Membiarkan keran terbuka 1 menit sama saja dengan membiarkan 9 liter air terbuang percuma. Akan lebih hemat lagi jika menggunakan gelas sehingga air tidak mengucur terus-menerus. Jika mungkin, mandilah dengan menggunakan shower. Mandi dengan shower 3 kali lebih hemat air daripada mandi dengan gayung. Selain itu, segera perbaiki keran yang bocor. Kran bocor bisa membuang air bersih hingga 13 liter air per hari.
Gunakan kloset yang mengunakan dua sistem pembilasan air. Setiap sistem pembilasan bekerja sesuai dengan volume air yang dikeluarkan. Bila kloset hanya digunakan untuk buang air kecil, gunakan pembilasan dengan volume kecil yang tentunya lebih hemat konsumsi air. Pilihlah jenis mesin cuci yang hanya membutuhkan sedikit air.
Adapun jika minum air memakai gelas, isilah gelas dengan secukupnya sehingga air habis terminum seluruhnya. Letakkan sebuah ember atau tempat penampungan dibawah kran wudhu, air yang tertampung selama berwudhu bisa digunakan untuk membersih kamar mandi, WC, atau untuk menyiram tanaman. Kita juga bisa menggunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman. Selain hemat, air bekas cucian sayur, buah dan daging ternyata bisa menyuburkan tanaman.
Jika mungkin, hindari penggunaan selang. Gunakan kaleng penyiram tanaman atau ember untuk mencuci mobil. Siramlah tanaman di sore atau pagi hari agar air mudah meresap ke dalam akar. Penyiraman pada siang hari hanya membuat air menguap percuma.
Hal lain yang juga harus dilakukan adalah tidak menutup permukaan tanah dengan lapisan yang menghambat peresapan air. Salah satunya dengan membuat lubang-lubang biopori di taman atau di sekitar rumah. Lubang ini membantu mempercepat proses penyerapan air ke dalam tanah, sehingga dapat mengurangi jumlah air yang menguap bebas ke alam.
Tidak sulit bukan mengelola sumber daya air untuk mencegah kelangkaan air bersih. Kita hanya perlu kesadaran untuk melakukannya. Oleh karena itu, mari kita selamatkan air mulai saat ini. Kalau bukan kita, siapa lagi?***
Tubagus Pamungkas,
Dosen Tetap Pendidikan Matematika FKIP UNRIKA Batam
Regresi berganda terdapat kasus khusus dalam sebuah analisa regresi, pada regresi berganda terdapat satu variabel tak bebas yang akan diprediksi, tetapi terdapat dua atau lebih variabel bebas, pemilihan model yang terbaik akan dilakukan dengan 3 metode, yaitu Metode Quadratic Mode Estimator (QME), Metode Symmetrically Trimmed Least Squares (STLS) dan Metode Left Truncated (LT). Data yang digunakan adalah data polusi udara yang disebabkan oleh 7 variabel bebas yang meliputi jumlah kendaraan yang melewati, suhu udara, kecepatan angin, perbedaan temperatur, angin, jam aktif dan hari aktif, Pemotongan atau penyensoran dari suatu variabel respon dalam suatu model regresi adalah salah satu masalah yang sering muncul dalam banyak aplikasi.
Berdasarkan uraian dari pembahasan dan simulasi, terdapat beberapa hal penting yang dapat disimpulkan, dalam pemilihan model terbaik regresi semi-parametrik diperoleh model terbaik adalah dengan menggunakan metode QME, hal tersebut dapat dilihat dari nilai RMSE terkecil. Dalam uji parsial terdapat 2 variabel yang signifikan terhadap variabel dependent yaitu variabel yang berupa cars dan wind.speed dan juga konstanta yang berupa intercept. Dalam diagnostic checking dapat disimpulkan uji kenormalan menggunakan Kolmogorov Smirnov Test ternyata data tidak berdistribusi normal, namun karena data banyak sehingga kenormalan bisa diabaikan, sedangkan untuk uji autokorelasi menggunakan Durbin WatsonTest dapat disimpulkan tidak ada autokorelasi pada residual, untuk uji Homoskesdastisitas menggunakan Breusch Pagan Test dapat disimpulkan residual bersifat homoskedastisitas.
Dalam kehidupan sehari-hari terdapat hal-hal yang dapat diselesaikan menggunakan matematika, statistika adalah salah satu cara dalam mengumpulkan data, mengolah, menganalisa dan menyimpulkan. Analisis Regresi merupakan salah satu teknik untuk melihat hubungan antara 2 variabel atau lebih dan kemudian mengestimasinya menjadi sebuah model yang dapat menjadi sebuah persamaan yang dapat menghubungkan variabel tergantung (dependent variable) terhadap variabel-variabel bebas (independent variabels). Banyak paper meregresi estimasi non-parametrik untuk efisiensi produksi atas variabel-variabel bebas dalam prosedur-prosedur tertentu untuk menjelaskan faktor yang mungkin mempengaruhi kinerja dari variabel tergantungnya. Model regresi yang menangani situasi tersebut memerlukan satu set persamaan (satu persamaan tunggal saja tidak cukup) yang perlu diselesaikan secara simultan dan model ini dikenal sebagai model ekonometrik. lebih dahulu akan di deskripsikan suatu data yang layak untuk model-model seperti ini. Kita mengajukan prosedur-prosedur bootstrap tunggal dan ganda; keduanya memungkinkan inferensi valid, dan prosedur bootstrap ganda memperbaiki efisiensi statistik dalam regresi. Kita menguji kinerja statistik estimator-estimator kita dengan menggunakan metode Metode Quadratic Mode Estimator (QME), Metode Symmetrically Trimmed Least Squares (STLS) dan Metode Left Truncated (LT) .
Regresi berganda terdapat kasus khusus dalam sebuah analisa regresi, pada regresi berganda terdapat satu variabel tak bebas yang akan diprediksi, tetapi terdapat dua atau lebih variabel bebas, dimana bentuk umum dari regresi berganda adalah :
, sehingga jika Y adalah variabel yang akan diramalkan maka adalah dapat diuji pengaruhnya terhadap Y, dan variabel tersebut dapat digunakan untuk menduga nilai di masa mendatang. Dimana model regresi secara teori dapat dijelaskan dengan adalah parameter tetap, diukur tanpa galat, sedangkan adalah suatu variabel random yang diukur secara menyebar secara normal disekitar nol (nilai tengah ) dan mempunyai suatu ragam , sedangkan model regresi secara praktek dapat dijelaskan , untuk i = 1,2,3,….,N dimana diasumsikan diukur tanpa galat, adalah penaksir dan semuanya adalah variabel acak, dengan sebaran bersama yang normal, sedangkan (i=1,2,3,…,N) adalah suatu bagian galat taksiran, untuk pengamatan ke-i dan diasumsikan merupakan sampel independen dari suatu sebaran normal.
Pemecahan koefisien sendiri dapat dijelaskan sebgai berikut baik secara eksplisit maupun implisit prakstisi tersebut memuat berbagai asumsi tentang koefisien, ukuran X (bahwa X diukur tanpa kesalahan) dan bagian kesalahan, bentuk pragmatisnya adalah : dan untuk setiap vektor pengamatan, dimana pengamatan ke-i dinotasikan sebagai : dimana = , sehingga , sehingga didapatkan dan metode Ordinary Least Square (OLS) atau jumlah kuadrat kecil minimum dari kesalahan tersebut yaitu meminimumkan , dimana .
Ismarti
Dosen Tetap Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNRIKA Batam
Salah satu tujuan kurikulum terpenting dalam pembelajaran matematika pada tingkatan sekolah dasar baik di Indonesia maupun di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia adalah mengembangkan penguasaan anak mengenai bilangan (number sense). Penekanan akan pentingnya penguasaan bilangan ini pada tingkatan sekolah dasar, tercantum dalam kurikulum sekolah di Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, maupun Australia.
Rendahnya kemampuan anak dalam penguasaan bilangan, khususnya berhitung, menjadi permasalahan yang serius dalam pembelajaran matematika di sekolah. Mental aritmatika sempoa adalah suatu metode yang dapat menjadi solusi untuk meningkatkn penguasaan bilangan, khususnya berhitung. Dengan mental aritmatika sempoa seorang anak mampu berhitung lebih cepat, mempunyai konsentrasi yang baik dan lebih kreatif sehingga dapat mencapai tingkat berfikir analisis dan logika berfikir yang benar.
Key words: penguasaan bilangan, sempoa, mental aritmatika
Matematika sering dianggap sebagai ilmu yang hanya menekankan pada kemampuan berpikir logis dengan penyelesaian yang tunggal dan pasti. Hal ini yang menyebabkan matematika menjadi mata pelajaran yang ditakuti dan dijauhi anak. Padahal, matematika dipelajari pada setiap jenjang pendidikan dan menjadi salah satu pengukur (indikator) keberhasilan anak dalam menempuh suatu jenjang pendidikan, serta menjadi materi ujian untuk seleksi penerimaan menjadi tenaga kerja bidang tertentu. Melihat kondisi ini berarti matematika tidak hanya digunakan sebagai acuan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi tetapi juga digunakan dalam mendukung karier seseorang.
Dalam standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mata pelajaran matematika (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tanggal 23 mei 2006 tentang standar isi) telah disebutkan bahwa mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama (Siswono, 2009).
Salah satu tujuan kurikulum terpenting dalam pembelajaran matematika pada tingkatan sekolah dasar baik di Indonesia maupun di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia adalah mengembangkan penguasaan anak mengenai bilangan (number sense). Penekanan akan pentingnya penguasaan bilangan ini pada tingkatan sekolah dasar, tercantum dalam kurikulum sekolah di Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, maupun Australia (Depdikbud,1993; NCTM, 1989; Cockroft, 1982; dan AEC, 1991).
Penguasaan bilangan bukanlah sekedar mengenal dan terampil berhitung, namun lebih dari itu. Anak dengan penguasaan bilangan baik memiliki intuisi yang baik mengenai bilangan, memahami dengan baik sifat-sifat bilangan, dan mengetahui dengan baik pula hubungan antar bilangan. Anak yang menguasai bilangan dengan baik pada akhirnya akan mampu memanfaatkan pengetahuannya tentang bilangan pada berbagai bidang dan berbagai situasi dalam kehidupannya.
Rendahnya kemampuan anak dalam penguasaan bilangan, khususnya berhitung, menjadi permasalahan yang serius dalam pembelajaran matematika di sekolah. Dalam Herman (2001), Ruseffendi mengemukakan bahwa kemampuan berhitung anak pada ‘era matematika’ lebih memprihatinkan daripada kemampuan berhitung anak pada ‘zaman berhitung’. Hal serupa dikemukakan pula oleh para peneliti seperti McIntosh, Reys, Reys dan Hope, serta Hope dan Sherrill bahwa kemampuan berhitung anak pada berbagai tingkatan sekolah tidak sesuai dengan harapan dan tuntutan kurikulum.
Herman (2001) juga menemukan bahwa kebanyakan anak kelas 1 SLTP di Bandung mengalami kesulitan menghitung 15 x 6 dalam kepala. Mereka cenderung harus menyelesaikannya soal-soal seperti itu menggunakan algoritma tertulis (menggunakan alat tulis). Penelitian di Amerika menemukan bahwa 45% dari anak seusia SMU (sekitar 17 tahun) tidak dapat mencongak 90 x 70, lebih dari 50% anak SLTP kelas 1 tidak dapat menjawab 4,4 – 0,53 dengan benar dan 99% anak kelas 5 SD tidak dapat menjawab 75 + 85 + 25 + 2000 dengan benar (Herman 2001).
Menurut Herman (2001) mental komputasi adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan penguasaan anak terhadap bilangan. Salah satu metode mental komputasi adalah dengan menggunakan alat bantu berupa sempoa. Telah dibuktikan bahwa belajar sempoa dapat meningkatkan penguasaan bilangan sekaligus kemampuan mental komputasi anak.
Sempoa adalah alat hitung tradisional dari Asia Tenggara seperti Cina, Korea, Taiwan dan Jepang. Ditemukan lebih kurang 1800 tahun yang lalu dan mempunyai inti kerja menaikan turunkan biji sempoa dengan tangan secara nyata . Sempoa memiliki beberapa nama ; cipoa, abacus, suzhuan, soroban atau sim suan sesuai dengan negara yang menggunakan alat tersebut.
Walaupun sempoa berkembang di Asia Timur, namun menurut salah satu sumber, Abacus paling tua di dunia ditemukan di Mesopotamia, kepulauan Salamis dan Hirogif Fir’aun di Mesir. Saat itu manusia menciptakannya dari butiran-butiran dari tanah untuk menggantikan setiap jari dan di buat jalur-jalur di tanah untuk menggantikan tangan sebagai pangkal jari. Butiran-butiran tanah inilah yang dalam bahasa Yunani disebut Abax yang kemudian terkenal dengan Abacus . Sedangkan dalam perhitungan orang Arab atau dunia Islam, sejak abad ke-7 mereka menggunakan alat hitung berupa batu atau biji-bijian kurma. Biji-bijian itu dirangkai dengan tali sebanyak 99 biji, alat itu biasa disebut misbah/tasbih (alat untuk bertasbih).
B. Macam-macam Sempoa
Bentuk sempoa bermacam-macam, ada sempoa dengan bentuk 2-5 (2 biji sempoa di atas dan 5 biji sempoa di bawah) yang dikenal sebagai sempoa Cina. Sempoa jenis ini banyak dipakai di kalangan pedagang Tionghoa, karena kecepatannya dalam menggunakan transaksi penjualan. Sempoa jenis lain sempoa yang lebih sedikit bijinya yaitu sempoa bentuk 1-4 (1 biji sempoa di atas dan 4 biji sempoa di bawah). Sempoa ini mulai dipakai dan dimasyarakatkan di Jepang, sehingga dikenal sebagai sempoa Jepang.
Studi Banding (comparison study) adalah sebuah konsep belajar yang dilakukan di lokasi dan lingkungan berbeda yang merupakan kegiatan yang lazim dilakukan untuk maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan peraturan perundangan, dan lain-lan.
Kegiatan studi banding dilakukan oleh kelompok kepentingan untuk mengunjungi atau menemui obyek tertentu yang sudah disiapkan dan berlangsung dalam waktu relatif singkat. Intinya adalah untuk membandingkan kondisi obyek studi di tempat lain dengan kondisi yang ada di tempat sendiri. Hasilnya berupa pengumpulah data dan informasi sebagai bahan acuan dalam perumusan konsep yang diinginkan.
Dalam Kunjungan Studi Banding kali ini FIS_UNP di kunjungi oleh Mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Riau Kepulauan Batam UNRIKA pada tanggal 17 Desember yang lalu. Studi Banding kali ini selain untuk menambah pengetahuan mahasiswa pendididikan sejarah UNRIKA juga dapat mengetahui tempat – tempat sejarah yang ada disumatera barat.
Rormbongan Studi banding mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Riau Kepulauan Batam UNRIKA ini di didampingi oleh dekan Pendidikan Sejarah UNRIKA yaitu Fitri Yanti, S,P.d, M.SI. yang juga dalam kegiatan studi banding ini sekaligus pulang kampung ke padang, dan juga merupakan alumni dari jurusan PPKN FIS_UNP tamatan 2003.
Pertemuan Studi banding yang diadakan di ruang siding FIS_UNP dengan 40 Mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Riau Kepulauan Batam UNRIKA membicarakan dan membahas tentang system kurikulum pendidikan disini,akademik, dan system perkuliahan. Selain itu disamping membahas masalah akademik, dekan Pendidikan Sejarah UNRIKA Fitri Yanti, S,P.d, M.SI. juga mengajak peluang kerja bagi alumni2 FIS_UNP untuk dapat bergabung bersama UNRIKA di batam. Semoga informasi ini berguna bagi alumni2 FIS_UNP yang berminat.
Terima kasih atas kunjungan Mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Riau Kepulauan Batam UNRIKA ke FIS_UNP, semoga kerjasama dapat terjalin dengan baik
Sumber : http://fis.unp.ac.id/index.php/en/2-berita-kampus/125-studi-banding-jur-sejarah-unrika-batam-ke-fis-unp