Contact Us

Contact Us

Dalam rangka menjembatani kebutuhan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya pendidikan bahasa inggris maka himpunan mahasiswa jurusan atau English Departement student association (EDSA) bekerjasama dengan Language Centre (LC) UNRIKA mengadakan program tahunan yang disebut English Camp dengan tema Excellence in Togetherness pada hari minggu tanggal 22 januari 2012 mulai pukul 07.00-17.00 wib di Kampus UNRIKa. Kegiatan ini mempunyai tujuan mengembangkan dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Ingris sekaligus memberikan paradigma bahwa belajar tidak harus didalam kelas dan melatih mahasiswa menggunakan bahasa inggris secara aktif dan santai. Kegiatan ini diikuti sebanyal 100 peserta.
Jambore Sains UNRIKA Batam Tahun 2012 merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi(HMPB) UNRIKA Batam pada tahun 2012 yang terdiri dari empat kegiatan yang terintegrasi,yaitu Olimpiade Biologi Tingkat Kampus,Olimpiade Sains Tingat SMA Se-Kota Batam,Seminar Biologi dan Lomba Karya ilmiah Mahasiswa.
Rangkaian krgiatan Jambore Sains UNRIKA Batam tahun 2012 telah dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP UNRIKA Ibu Fitri Yanti,S.Pd,M.Si pada hari sabtu tanggal 24 Maret 2012 .Dalam sambutannya,Dekan FKIP menyatakan bahwa salah satu organisasi kemahasiswaan dalam lingkup jurusan merupakan komponen penting dalam mendidik generasi muda yang memiliki wawasan intelektual yang mampu memberi solusi permasalahan bangsa di era globalisasi dewasa ini.

Kegiatan pertama rangkain Jambore Sains UNRIKA Batam yaitu Olimpiade tingkat kampus yang dilaksanakan ada 2 tahap seleksi pada hari sabtu dan senin tanggal 24-26 Maret 2012 .Seleksi tahap pertama diikuti sebanyak 75 peserta Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Biologi semester 2,4,6 dan 8,dan seleksi tahap 2 diikuti sebanyak 23 peserta yang lolos seleksi tahap I.Penjurian dilakukan oleh Tim Juri yang dibentuk prodi FKIP Biologi yang terdiri dari dosen-dosen yang berkompeten dibidangnya,yaitu Bapak Notowinarto M.Si,Bapak Agam Akhmad Syaukani M.Pd, dan Ibu Fenny Agustina M.Si, Menurut Bapak Agam Akhmad Syaukani M.Pd selaku Prody FKIP Biologi sekaligus ketua Tim juri mengatakan” Olimpide Biologi Tingkat Kampus UNRIKA Batam diadakan 2 tahap seleksi yaitu Tahap I untuk memilih 20 besar dengan cara memberikan materi yang sesuai dengan standar Soal Olimpiade Nasional.kemudian untuk seleksi Tahap Ke II untuk memilih 3 Besar .Juara satu akan menjadi perwakilan kampus untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional tingkat regional diPekan Baru yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 dan 12 April 2012.

Ibu fenny Agustina M.Si.Selaku Pembina Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi Mengatakan “Sangat Berterimakasih atas Bantuan baik secara Moril Maupun Materil kepada Pihak Rektorat UNRIKA Batam dan semua pihak yang telah ikut menyukseskan Acara jambore Sains Ini Khususnya Olimpiade Biologi Tingkat Kampus UNRIKA.Beliau juga mengatakan Untuk acara Olimpiade Tingkat SMA Se-Batam Insallah akan dilaksanakan Di bulan April ini,menyusul 2 kegiatan lainya dibulan berikutnya yaitu acara Seminar Biologi dan Karya Ilmiah”. Tujuan diadakannya Olimpiade Biologi Tingkat Kampus UNRIKA Batam adalah Memdorong peningkatan kemampuan akademik dan memperluas wawasan mahasiswa khususnya di bidang biologi.

SeminarNasional tentang Bimbingan dan Konseling bertema “Optimalisasi Bimbingan dan Konseling di sekolah” yang digelar di aula Universitas Riau Kepulauan (Unrika) berlangsung sukses dengan dihadiri 134 sekolah menengah se-Kota Batam.
Sarwiyanto, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Unrika kepada Tabloid Kampus Think mengatakan agenda yang menghadirkan Prof. Prayitno, yang juga Guru Besar di Universitas Negeri Padang dan Drs Gito Setyohutomo, M.Pd. Kons itu menitik beratkan pada peran guru dan konselor yang senantiasa kemampuannya dapat teraplikasi secara proffesional.
“Menjadi guru dan konselor itu harus berwawasan luas dan memiliki jiwa mendidik sesuai bidang ilmunya. Untuk itu, kemampuan guru dan konselor harus terus diasah agar menjadi tenaga pendidik yang proffesional, itu yang menjadi fokus agenda ini,” ujar Sarwiyanto.
Sebelum pelaksanaan acara Kuliah Umum pada malam harinya, terlebih dahulu Prof. Prayitno dan Drs. Gito Setyohutoma disambut oleh Pembantu Rektor III Darul Aman Harahap, S.Pt, M.Si dan selanjut diajak jalan-jalan mengelilingi Kampus dan ruangan dekan dan kaprodi FKIP Unrika.
Dalam sambutan Wakil Gubernur Kepri yang diwakili oleh Kadisdik Kepri Drs H YATIM Mustafa, M.Pd yang juga sebagai pembicara sangat menyambut baik karena Di selenggarakannya acara ini yang sangat luar biasa bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Provinsi Kepri.
Selain itu tampil sebagai pembicara, dari DPD RI Drs H Hardi S Hood, M.Si dan Drs Gafarudin Ibrahim, M.Si dari DPRD Kepri. Sebelumnya juga diadakan Kuliah Umum bagi seluruh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( FKIP ) Unrika Batam dengan mengusung tema “ Saatnya Mendidik dengan Hati “Seminar Nasional ini menjadi momen penting bagi dunia pendidikan kota Batam dan Kepri, yang saat ini tengah mendapat sorotan tajam dari masyarakat luas.
mengatakan bahwa pelaksanaan Seminar Nasional mengobati kerinduan yang mendalam yang dirasakan oleh para pendidik dan konselor yang ada di Batam dan Kepulauan Riau.Dalam kuliah umum itu, Profesor Prayitno mengupas tuntas bagaimana seorang guru dan konselor dapat menjalankan tugasnya dengan profesional dan mereka mampu mendidik dengan hati yang tulus karena sebuah panggilan jiwa. Senada dengan itu, Suharmanto, sekretaris Himpunan Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling bersama ketua panitia seminar nasional, Nurul
Kehadiran Prof. Prayitno sangat dinantikan oleh kalangan pendidik kota Batam yang mengharapkan masukan-masukan dalam mengatasi begitu banyaknya persoalan yang dihadapi oleh dunia pendidikan di kota ini.
Pelaksanaan Kuliah Umum dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2012 pukul 19.00-21.00, di ikuti oleh 913 mahasiswa FKIP UNRIKA dan guru BK se Kota Batam. Seminar Nasional dihelat pada tanggal 10 Maret 2012 pukul 08.00-17.00, di ikuti oleh 192 Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan dan guru BK. Seminar ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai perguruan tinggi diluar Propinsi Kepri dan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang ada di Universita Riau Kepulauan ( UNRIKA ) Batam.
Para peserta juga berharap agar acara-acara seperti ini dapat dilaksanakan secara regular sehingga dapat memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pendidikan di kota Batam dan Kepulauan Riau
Sumber : Tabloid Think http://tabloidthink.com/?p=57
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Univesitas Riau Kepulauan, 21 Desember 2016 mengadakan seminar Nasional dengan pembicara Prof. Dr. Hasan Asari, M.A. Mengusung tema Sejarah sebagai Guru Kehidupan dan mencari Identitas Ditangah Perubahan. Kegiatan ini dilangsungkan di Auditorium Universitas Riau Kepulauan. Dihadiri oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Batam, Dr. H. Amarullah Nasution, SE, MBA, Rektor Universitas Riau Kepulauan Prof. Dr. Nasruddin Harahap, SU, jajaran wakil rektor, seluruh dosen dilingkungan FKIP-UNRIKA dan 832 orang mahasiswa/i FKIP UNRIKA, yang terdiri dari 5 program studi.
Bersempena dengan kegiatan seminar ini, dilakukan pelantikan dan pengkukuhan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Senat Mahasiswa FKIP-UNRIKA masa bhakti 2016 – 2018. Pelantikan dilakukan oleh Dekan FKIP-UNRIKA, Dahrul Aman Harahap, S.Pt,.M.M,.M.Pd dengan penyerahan pataka BEM dan Senat Mahasiswa kepada pengurus baru yang dilantik.

Dalam prolognya Prof. Dr.Hasan Asari, M.A mengutip ungkapan dari seorang filsuf Romawi bernama Cicero (106-43 SM), bahwa “Sejarah Adalah Guru Kehidupan (Historia Vitae Magistra), yang secara eksplisit mengemukakan peran pentingnya keberadaan sejarah dalam kehidupan. Penting dalam menjalankan kehidupan secara individual maupun secara kolektif, bekeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dan karena pentingnya mempelajari sejarh tersebut, maka founding father Negara republik Indonesia sang Proklamator Ir. Soekarno menyatakan ” Dont leave history (jangan sekali – sekali meninggalkan sejarah).
Sejarah sebagai alur dari fase-fase kehidupan yang dijalani oleh manusia, jika dilakukan refleksi dan rekonstruksi maka kita akan menemukan gambaran tentang peran yang telah dilakoni, kita bisa akan belajar untuk menjadi lebih baik, dari kesalahan-2 dan kekeliruan-2 masa lampau untuk perbaikan dimasa berikutnya. Ini makna sejarah itu sebagai guru kehidupan.
Namun sangat ironis, seiring perkembangan peradaban manusia. Khususnya di era digital ini, dimana informasi dan tekhnologi telah mengglobal, masyarakat terkesan apriori dengan sejarah, terutama dikalangan generasi muda (pelajar dan mahasiswa). Umumnya beranggapan mempelajari sejarah tidak ada gunanya lagi. Untuk apa mempelajari masa lalu, kita harus move on !. Ini merupakan masalah yang harus dicarikan solusinya. Jika ditelurusi sebenarnya, sikap apriori masyarakat tersebut dipengaruhi oleh budaya instan. Kecanggihan tekhnologi membuat perobahan kepada pola sikap, dan berfikir masyarakat. Pola instan, yang ingin serba cepat, serba enak, dan serba mengasyikan, setelah itu dilupakan, tanpa bekas, ini secara telah menggerus budaya kearifan, kesederhanaan dan kebijaksanaan. Fakta seperti ini terlihat secara nyata pada prilaku kehidupan manusia saat ini, baik dalam kehidupan secara individual maupun secara kolektif; keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Menyikapi kondisi ini, mari kita melakukan rekonstruksi dari perjalanan sejarah hidup ini, baik kita selaku individu, berkeluarga, bermasyarakat, maupun berbangsa dan bernegara. “Mari kita belajar dari sejarah.!!.