Contact Us

Contact Us

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau Kepulauan melaksanakan seminar Nasional dengan pembicara Prof. Dr. Hasan Asari, M.A. Seminar ini mengangkat tema Sejarah Sebagai Guru Kehidupan dan Memelihara Identitas ditengah perubahan. 21 Desember 2016. Bertempat di Aula Universitas Riau Kepulauan Batam. Seminar ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Batam, Dr. Amarulah Nasution, SE,. MBA, Rektor Universitas Riau Kepulauan Prof. Dr. Nasruddin, Harahap, SU beserta segenap jajaran Wakil Rektor, Seluruh Dosen di lingkungan FKIP Universitas Riau Kepulaauan, dan kurang lebih 800 ratus mahasiswa/mahasiswi FKIP Universitas Riau Kepulauan.

Historia Vitae Magistra / Sejarah adalah guru kehidupan”, sebuah kata filosofis yang dikemukakan oleh seorang filsuf Romawi bernama Cicero, (106 – 43 SM). Ungkapan tersebut terasa sangat penting, karena dari sejarah hidupnyalah manusia dapat belajar. Belajar dari segala kekurangan dan kelemahan masa lalu untuk perbaikan diri dimasa datang. Dalam kehidupan sosial, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, founding father Negara Kesatuan Republik Indoesia, Proklamator Ir. Soekarno, juga mengingatkan bahwa ” Never leave history ; Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Demikian prolog yang disampaikan oleh Prof. Dr. Hasan Asari, M.A, dihadapan 800 ratus mahasiswa FKIP Universitas Riau Kepulauan, yang menghadiri seminar ini.
Secara singkat dapat kita review apa yang telah disampaikan pada seminar nasional ini, bahwa sejarah mempunyai peran penting dan sangat strategis dalam kehidupan manusia. Sejarah sebagai alur kisah kehidupan manusia, memberikan gambaran tentang peran yang dilakoni seorang manusia dalam panggung kehidupannya, baik secara invidiual maupun secara kolektif.

Jika dilihat dari arti pentingnya sejarah, mestinya sejarah ini menjadi ilmu dan kajian yang menarik minat banyak orang. Namun ironis sekali di era digital sekarang ini, masyarakat terkesan apriori dengan sejarah, apalagi generasi muda (pelajar dan mahasiswa ) umumnya beranggapan, mempelajari sejarah tidaklah penting. ” Untuk apa mengenang masa lalu??. Move on dong!.
Sesungguhnya, dengan belajar sejarahlah manusia bisa berkembang dan berfikir lebih maju. Dengan mempelajari sejarahlah manusia bisa lebih baik dari sebelumnya. Karena dengan mereview dan merekonstruksi; kenangan, kisah, kesalahan masa lalu, maka manusia bisa menjadi lebih baik. Kekurangan, dan kegagalan masa lalu, memotivasi manusia untuk tidak terjatuh pada kesalahan yang sama. Termasuk dalam kedihupan berbangsa dan bernegara. Kemajuan suatu bangsa karena sejarahnya yang luar biasa.
Bersempena dengan seminar ini diselenggarakan juga pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Senat Mahasiswa FKIP Universitas Riau Kepulauan, masa bhakti 2016-2018. Pelantikan dilakukan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau Kepulauan Dahrul Aman Harahap, S.Pt,.M.M,.M.Pd dengan penyerahan Patakan. “Selamat Kepada pengurus BEM dan Senat Mahasiswa FKIP – UNRIKA.”..

[fvplayer src=”https://www.facebook.com/evacarlinasiecha/videos/1837383643217526/”]

Program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa FKIP-UNRIKA semester ganjil 2016-2017, telah berakhir. Program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) adalah mata kuliah wajib di FKIP-UNRIKA. Dimana mahasiswa diturunkan langsung ke sekolah. Mata kuliah ini di rancang untuk melatih mahasiswa sebagai calon guru agar menguasai kemampuan keguruan yang utuh dan terintegrasi, sehingga setelah menyelasaikan pendidikannya mereka siap untuk secara mandiri mengemban tugas sebagai guru.
Secara umum tujuan yang ingin di capai dalam pelaksanaan PPL FKIP-UNRIKA ini adalah terbentuknya pribadi calon pendidik yang memiliki kompetensi yang meliputi pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang cakap dan tepat dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Sedangkan secara khusus tujuan PPL adalah sebagai berikut:
Selanjutnya PPL juga merupakan wadah bagi mahasiswa yang untuk menimba ilmu dan pengalaman kepada kepala sekolah dan guru pamong di sekolah mitra PPL. Sehingga mahasiswa dapat mengaplikasan kemampuannya akademik dan kemampuan mengajar, kedalam program latihan, berupa kinerja, dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan guru, baik kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya yang di wujudkan dalam bentuk praktek mengajar, pelatihan terbimbing dan pelatihan mandiri yang di arahkan kepada terbentuknya kemampuan keguruan yang terjadwal secara sistematis.
Dalam pelaksanannya program ini dilakukan selama satu semester penuh (6 bulan). Yang di tempatkan di 99 sekolah (SMP, dan SMA/SMK) di seluruh Kota Batam. Waktu 6 bulan dimaksudkan agar, mahasiswa PPL dapat menjalankan peran guru seutuhnya selama satu semester. Pada periode ini program PPL FKIP-UNRIKA ini diikuti oleh 328 orang mahasiswa-mahasiswi FKIP-UNRIKA yang terdiri atas 5 program studi yaitu :
Acara penjemputan dan serah terima mahasiswa dari sekolah mitra PPL ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP-UNRIKA) dilaksanakan di Aula Universitas Riau Kepulauan dalam bentuk seremonial dan ramah tamah dengan mengundang seluruh kepala sekolah (99 sekolah mitra PPL) dan semua guru pamong (299 guru). Tujuan dari kegiatan ini selain ramah tamah dan mempererat silaturrahmi antara FKIP-UNRIKA dengan sekolah-2, sekaligus dijadikan sebagai momen untuk melakukan evaluasi dari program PPL yang telah berjalan.
Evaluasi program PPL pada kegiatan ini dilakukan dengan menyebar kuesioner yang dibagikan kepada seluruh kepala sekolah dan guru pamong yang hadir serta melakukan dialog dengan meminta masukan, kritikan dan saran dari undangan (Kepala Sekolah dan Guru pamong).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, yang diwqakili oleh Bpk. Suradi, MT Pengawas Disdik Kota Batam, Rektor Universitas Riau Kepulauan Prof.Dr. H. Nasruddin Harahap, SU, Wakil Rektor III Universitas Riau Kepulauan Bpk. Rahman Hasibuan, M.Si, Dekan FKIP-UNRIKA Bpk. Dahrul Aman Harahap, SPt,M.M,.M.Pd, Wakil Dekap FKIP-UNRIKA Bpk. Yarsi Efendi, S.Si,.M.Pd, seluruh dosenFKIP-UNRIKA dan Mahasiwa PPL periode semester Ganjil 2016-2017.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Riau Kepulauan, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kep[ala sekolah dan guru pamong yang telah bersedia menerima, membimbing dan membina mahasiswa PPL FKIP-UNRIKA selama 1 semester. Dan berharap kerjasama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dimasa yang akan datang.

Kuliah Lapangan Botani, merupakan kegiatan praktikum pada mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi (Phanerogamae), yang dilaksanakan di lapangan (langsung pada tempat observasi). Botani tumbuhan tinggi adalah mata kuliah yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa pada program studi pendidikan Biologi di FKIP Universitas Riau Kepulauan Batam. Kegiatan kuliah lapangan kali ini memilih lokasi di Pulau Combon, sebuah pulau di kelurahan Subang Mas yang akan dijadikan tempat ekowisata hutan hujan tropis dan mangrove.

Kegiatan ini diikuti oleh 19 orang mahasiswa semester 3, program studi pendidikan Biologi, dengan dosen pengampu bpk. Yarsi Efendi, S.Si,.M.Pd, dilaksanakan selama dua hari, mulai dari tanggal 26 sampai dengan 27 November 2016.
Sesuai dengan materi kuliah lapangan Botani phanerogamae, maka fokus dari praktikum lapangan yang sudah dilakukan adalah pengenalan keanekaragaman (biodiversity) tumbuhan tingkat tinggi, meliputi identifikasi jenis, habitat, cara hidup, struktur dan komposisi, serta manfaat dari jenis-jenis tumbuhan yang diamati. Selain itu kegiatan kuliah lapangan ini juga untuk melakukan koleksi herbarium dari spesies tumbuhan yang diamati.

Kuliah lapangan botani ini diharapkan dapat memberikan ide-ide bagi mahasiswa program studi pendidikan biologi yang tertarik dalam penelitian dan penulisan tugas akhir di bidang biologi. Sehingga pada saat memasuki masa penulisan tugas akhir nanti mahasiswa sudah memiliki gambaran secara umum tentang penelian dan konsentrasi yang akan di pilih.
Kesan yang didapatkan oleh mahasiswa selama mengikuti kegiatan ini sungguh luar biasa. Pengalaman baru, belajar dari alam (langsung di hutan), mengobservasi, identifikasi, sensus pohon (pohon dilokasi Pulau Combon berdiameter besar dengan tinggi antara 10 sampai 30 meter, dan sebagian besar termasuk kayu langka dan dilindungi).
Dari pengamatan dan identifikasi jenis yang telah dilakukan. Secara
umum vegetasi yang terdapat di Pulau Combon, memiliki keanekaragaman jenis tinggi. Disamping jenis-jenis pohon yang tumbuh pada strata atas, pada strata bawah dijumpai beberapa flora yang khas dan unik. Dijumpai beberapa liana (tumbuhan memanjat), flora epifit (jenis-jenis anggrek) dan flora eksotis. Salah satu flora eksotis yang dijumpai di Pulau Combon adalah Kantong semar (Pitcher Plant ) yang dikelompokan secara taksonomi kedalam Family Nepenthaceae. Kelompok kantong semar (Nepenthes) merupakan tanaman di Indonesia yang dikategorikan paling langka dan membutuhkan prioritas tinggi untuk segera dikonservasi. Di Pulau combon dijumpai tiga jenis kantong semar. Ketiga jenis tersebut adalah Nepenthes ampularia, Nepenthes rafflesiana dan Nepenthes reinwardtiana.

You must be logged in to post a comment.