Contact Us

Contact Us


Program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa FKIP-UNRIKA semester ganjil 2016-2017, telah berakhir. Program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) adalah mata kuliah wajib di FKIP-UNRIKA. Dimana mahasiswa diturunkan langsung ke sekolah. Mata kuliah ini di rancang untuk melatih mahasiswa sebagai calon guru agar menguasai kemampuan keguruan yang utuh dan terintegrasi, sehingga setelah menyelasaikan pendidikannya mereka siap untuk secara mandiri mengemban tugas sebagai guru.
Secara umum tujuan yang ingin di capai dalam pelaksanaan PPL FKIP-UNRIKA ini adalah terbentuknya pribadi calon pendidik yang memiliki kompetensi yang meliputi pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang cakap dan tepat dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Sedangkan secara khusus tujuan PPL adalah sebagai berikut:
Selanjutnya PPL juga merupakan wadah bagi mahasiswa yang untuk menimba ilmu dan pengalaman kepada kepala sekolah dan guru pamong di sekolah mitra PPL. Sehingga mahasiswa dapat mengaplikasan kemampuannya akademik dan kemampuan mengajar, kedalam program latihan, berupa kinerja, dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan guru, baik kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya yang di wujudkan dalam bentuk praktek mengajar, pelatihan terbimbing dan pelatihan mandiri yang di arahkan kepada terbentuknya kemampuan keguruan yang terjadwal secara sistematis.
Dalam pelaksanannya program ini dilakukan selama satu semester penuh (6 bulan). Yang di tempatkan di 99 sekolah (SMP, dan SMA/SMK) di seluruh Kota Batam. Waktu 6 bulan dimaksudkan agar, mahasiswa PPL dapat menjalankan peran guru seutuhnya selama satu semester. Pada periode ini program PPL FKIP-UNRIKA ini diikuti oleh 328 orang mahasiswa-mahasiswi FKIP-UNRIKA yang terdiri atas 5 program studi yaitu :
Acara penjemputan dan serah terima mahasiswa dari sekolah mitra PPL ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP-UNRIKA) dilaksanakan di Aula Universitas Riau Kepulauan dalam bentuk seremonial dan ramah tamah dengan mengundang seluruh kepala sekolah (99 sekolah mitra PPL) dan semua guru pamong (299 guru). Tujuan dari kegiatan ini selain ramah tamah dan mempererat silaturrahmi antara FKIP-UNRIKA dengan sekolah-2, sekaligus dijadikan sebagai momen untuk melakukan evaluasi dari program PPL yang telah berjalan.
Evaluasi program PPL pada kegiatan ini dilakukan dengan menyebar kuesioner yang dibagikan kepada seluruh kepala sekolah dan guru pamong yang hadir serta melakukan dialog dengan meminta masukan, kritikan dan saran dari undangan (Kepala Sekolah dan Guru pamong).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, yang diwqakili oleh Bpk. Suradi, MT Pengawas Disdik Kota Batam, Rektor Universitas Riau Kepulauan Prof.Dr. H. Nasruddin Harahap, SU, Wakil Rektor III Universitas Riau Kepulauan Bpk. Rahman Hasibuan, M.Si, Dekan FKIP-UNRIKA Bpk. Dahrul Aman Harahap, SPt,M.M,.M.Pd, Wakil Dekap FKIP-UNRIKA Bpk. Yarsi Efendi, S.Si,.M.Pd, seluruh dosenFKIP-UNRIKA dan Mahasiwa PPL periode semester Ganjil 2016-2017.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Riau Kepulauan, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kep[ala sekolah dan guru pamong yang telah bersedia menerima, membimbing dan membina mahasiswa PPL FKIP-UNRIKA selama 1 semester. Dan berharap kerjasama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dimasa yang akan datang.

Kuliah Lapangan Botani, merupakan kegiatan praktikum pada mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi (Phanerogamae), yang dilaksanakan di lapangan (langsung pada tempat observasi). Botani tumbuhan tinggi adalah mata kuliah yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa pada program studi pendidikan Biologi di FKIP Universitas Riau Kepulauan Batam. Kegiatan kuliah lapangan kali ini memilih lokasi di Pulau Combon, sebuah pulau di kelurahan Subang Mas yang akan dijadikan tempat ekowisata hutan hujan tropis dan mangrove.

Kegiatan ini diikuti oleh 19 orang mahasiswa semester 3, program studi pendidikan Biologi, dengan dosen pengampu bpk. Yarsi Efendi, S.Si,.M.Pd, dilaksanakan selama dua hari, mulai dari tanggal 26 sampai dengan 27 November 2016.
Sesuai dengan materi kuliah lapangan Botani phanerogamae, maka fokus dari praktikum lapangan yang sudah dilakukan adalah pengenalan keanekaragaman (biodiversity) tumbuhan tingkat tinggi, meliputi identifikasi jenis, habitat, cara hidup, struktur dan komposisi, serta manfaat dari jenis-jenis tumbuhan yang diamati. Selain itu kegiatan kuliah lapangan ini juga untuk melakukan koleksi herbarium dari spesies tumbuhan yang diamati.

Kuliah lapangan botani ini diharapkan dapat memberikan ide-ide bagi mahasiswa program studi pendidikan biologi yang tertarik dalam penelitian dan penulisan tugas akhir di bidang biologi. Sehingga pada saat memasuki masa penulisan tugas akhir nanti mahasiswa sudah memiliki gambaran secara umum tentang penelian dan konsentrasi yang akan di pilih.
Kesan yang didapatkan oleh mahasiswa selama mengikuti kegiatan ini sungguh luar biasa. Pengalaman baru, belajar dari alam (langsung di hutan), mengobservasi, identifikasi, sensus pohon (pohon dilokasi Pulau Combon berdiameter besar dengan tinggi antara 10 sampai 30 meter, dan sebagian besar termasuk kayu langka dan dilindungi).
Dari pengamatan dan identifikasi jenis yang telah dilakukan. Secara
umum vegetasi yang terdapat di Pulau Combon, memiliki keanekaragaman jenis tinggi. Disamping jenis-jenis pohon yang tumbuh pada strata atas, pada strata bawah dijumpai beberapa flora yang khas dan unik. Dijumpai beberapa liana (tumbuhan memanjat), flora epifit (jenis-jenis anggrek) dan flora eksotis. Salah satu flora eksotis yang dijumpai di Pulau Combon adalah Kantong semar (Pitcher Plant ) yang dikelompokan secara taksonomi kedalam Family Nepenthaceae. Kelompok kantong semar (Nepenthes) merupakan tanaman di Indonesia yang dikategorikan paling langka dan membutuhkan prioritas tinggi untuk segera dikonservasi. Di Pulau combon dijumpai tiga jenis kantong semar. Ketiga jenis tersebut adalah Nepenthes ampularia, Nepenthes rafflesiana dan Nepenthes reinwardtiana.

Semua orang pasti sudah tau kalau GURU itu disebut dengan PAHLAWAN TANPA TANDA JASA. Kenapa dia disebut dengan pahlawan? Tentunya karena peran dan bakti seorang GURU, yang telah memberikan ilmu, pengaruh, keteladanan, dan inspirasi yang besar terhadap semua orang.
Sosok seorang guru memang berbeda dengan pahlawan yang gugur di medan perang, yang rela mengorbankan jiwa dan raga untuk mempertahankan bumi pertiwi dari penjajahan. Namun secara historis kemerdekaan Indonesia tak lepas peran guru. Gurulah yang menumbuhkan sikap patriotis kepada generasi muda baik melalui pendidikan formal, maupun di sekolah-sekolah rakyat maupun sekolah yang didirikan oleh pemerinta Hindia Belanda pada jaman perjuangan dulu. Ada Ki Hajar Dewantara (bapak Pendidikan Nasional), H.O.S Cokroaminoto (guru dari Bapak Proklamator Indonesia Ir. Soekarno), Kiai Haji Ahmad Dahlan, Raden Ajeng Kartini dan Pahlawan Pendidikan lainnya.
Guru adalah orang yang mau membagikan ilmunya, menjadi sosok pengganti orang tua di sekolah, seseroang yang mampu merubah pola pikir kita sehingga bisa merubah hidup kita menjadi lebih baik. Begitu mulianya peran dan pengabdian seoranmg GURU.
Dalam rangka memperingati dan merefleksikan semangat perjuangan dari para Guru, maka Program studi pendidikan sejarah FKIP Universitas Riau Kepulauan, mengadakan peringatan hari guru yang ke 71. Momen hari guru ini dilaksanakan secara sangat sederhana (diruang kuliah) diprakarsai oleh program studi pendidikan sejarah bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah.
Hadir pada acara tersebut, wakil dekan FKIP Univ. Riau Kepulauan Yarsi Efendi, S.Si,M.Pd, Sekretaris Program Studi Pendidikan Sejarah Afrinel Okwita, S.Pd,.M.Pd, dan semua dosen program studi pendidikan sejarah.
SELAMAT HARI GURU..
[fvplayer src=”https://www.youtube.com/watch?v=RWf50T52n58″]
Beasiswa Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Republik Indonesia melalui Kemenristekdikti bagi calon mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik, baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi unggulan, PTN maupun PTS.
Bantuan biaya pendidikan ini diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8 semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama 6 semester untuk program Diploma III. Beasiswa ini berupa pembebasan dari seluruh biaya pendidikan selama di perguruan tinggi, baik uang pangkal maupun SPP per bulan, maupun biaya-biaya lainnya. Selain itu, mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi juga menerima uang saku untuk biaya hidupnya yang akan diterimanya setiap 6 bulan sekali.
Tujuan diselenggarakannya Beasiswa Bidikmisi adalah untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik baik, memberi bantuan biaya pendidikan kepada calon/mahasiswa yang memenuhi kriteria untuk menempuh pendidikan program Diploma atau Sarjana sampai selesai dan tepat waktu.
Untuk tahun 2016, empat orang mahasiswa baru angkatan 2016, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau Kepulauan, telah berhasil lolos dan telah menerima Beasiswa Bidikmisi ini. keempat mahasiswa tersebut adalah : HERLY SHOFIANA, NPM: 16.06.0.027, KRISTINA SILITONGA, NPM : 16.06.0.028 dari Program studi Pendidikan Bahasa Inggris, RIKA ARYANI, NPM : 16.05.0.025 dari program studi Pendidikan Matematika, dan YENI WAHYUNI HASIBUAN, NPM : 16.04.0.11 dari Program Studi Pendidikan Biologi.
Pada Kesempatan visit dan monev program beasiswa Bidikmisi ini, Jum’at 18 November 2016, di Ruang Rapat rektorat Universitas Riau Kepulauan Batam, Kopertis Wilayah X, sebagai penyalur beasiswa Bidikmisi ini menyampaikan, bahwa untuk tahun depan (2017), akan di naikan kuota penerima beasiswa ini. Tentunya ini adalah peluang bagi calon mahasiswa Universitas Riau Kepulauan untuk bisa melanjutkan Studi dengan biaya pemerintah dan dibebaskan dari semua biaya-biaya selama mengikuti perkuliahan di Universitas Riau Kepulauan.
You must be logged in to post a comment.