Skip to content

FKIP UNRIKA BATAM

  • Home
  • Tentang Kami
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Sejarah
    • Dosen
  • Program Studi
    • Pendidikan Bahasa Inggris
    • Pendidikan Biologi
    • Pendidikan Matematika
    • Pendidikan Sejarah
    • Bimbingan Konseling
    • Pendidikan Profesi Guru (PPG)
  • Akreditasi Prodi
  • Kurikulum
  • News
  • Contact Us
  • Toggle search form

KLONING DALAM PERSPEKTIF DON IHDE

Posted on 09-05-2014 By Administrator

ri Tarwiyani

Staff Pengajar Prodi Teknik Industri FT UNRIKA Batam

triAbstrak

Tulisan ini adalah sebuah tulisan yang menggunakan metode studi pustaka. Persoalan yang dibahas dalam tulisan ini antara lain apakah yang dimaksud dengan kloning, bagaimana pandangan Don Ihde tentang hubungan kebertubuhan teknologi, serta bagaimana pandangan Don Ihde tentang teknologi yang tertanam (embedded) dalam budaya terkait dengan relevansi kloning di Indonesia?

Don Ihde adalah salah seorang tokoh dalam bidang Filsafat Teknologi, sebuah cabang filsafat khusus yang mempersoalkan antara lain tentang hubungan manusia dengan teknologi. Don Ihde menggambarkan fenomen hubungan yang terjadi antara manusia dengan teknologi yaitu pertama hubungan kebertubuhan di mana pada hubungan kebertubuhan, alat digunakan sebagai perpanjangan dari tubuh manusia, menjadi sebagian dari tubuh manusia dalam relasinya dengan dunia sekitar sehingga dikatakan bahwa manusia “menubuh” dengan alat, kedua hubungan hermeneutis, dimana alat teknologi dibaca sebagai teks yang perlu ditafsirkan, dan ketiga hubungan keberlainan di mana antara manusia dan teknologi dipandang sebagai dua hal yang berbeda dan berdiri sendiri-sendiri. Don Ihde sendiri memiliki konsep bahwa teknologi embedded (tertananm) dalam budaya. Hal ini artinya bahwa sebuah alat teknologi akan dipandang berbeda jika diterapkan pada kebudayaan yang berbeda. Pandangan inilah yang kemudian digunakan untuk melihat teknologi klonase atau teknologi kloning di Indonesia. Teknologi klonase akan dapat diterima di Indonesia tetapi jika teknologi ini dapat mengankat harkat dan martabat manusia. Hal ini juga berarti bahwa kloning yang bertujuan untuk membuat klonase manusia belum dapat diterima di Indonesia apalagi jika melihat dampak negatif dari teknologi ini.

Kata Kunci: Don Ihde, Kloning, Filsafat Teknologi, Embedded.

A. Latar Belakang Masalah

Evolusi manusia merupakan sebuah perjalanan yang panjang. Manusia untuk sampai pada bentuk fisik dan kemampuan yang dimilikinya saat sekarang, menurut kaum Evolusionis, memerlukan waktu yang tidak sebentar. Theilhard de Chardine menyatakan bahwa evolusi tidak maju secara mekanistis, tidak hanya sekedar seleksi dan mutasi tetapi atas dasar kesadaran yang semakin berkembang. Kesadaran yang paling jelas terlihat pada manusia (Dahler, 2000:1001-102). Setelah manusia muncul ke dunia maka evolusi tidak berada pada perubahan fisik lagi tetapi berjalan ditingkat kesadaran atau pikiran sehingga ilmu pengetahuan dan teknologi adalah hasil dari evolusi kesadaran manusia.

Related

Pendidikan Sejarah

Post navigation

Previous Post: EPISTEMOLOGI MELAYU DALAM TINJAUAN HISTORIS
Next Post: WANITA TUNA SUSILA DALAM “KAMA SUTRA”, (refleksi tentang manusia menurut Hinduisme)

More Related Articles

MENGGAGAS URGENSI PENDIDIKAN PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI Jurnal Prodi
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA SMA NEGERI I GUNUNG TALANG Pendidikan Sejarah
PENCIPTAAN KARAKTER PENDIDIK PROFESIONAL Jurnal Prodi
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, PENGALAMAN MENGAJAR DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PROFESIONALISME DOSEN UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN TAHUN AJARAN 2012/2013 Pendidikan Sejarah
WANITA TUNA SUSILA DALAM “KAMA SUTRA”, (refleksi tentang manusia menurut Hinduisme) Pendidikan Sejarah
PENGEMBANGAN SOFT SKILLS DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI Jurnal Prodi

Copyright © 2026 FKIP UNRIKA BATAM.

Powered by PressBook Green WordPress theme

 

Loading Comments...
 

You must be logged in to post a comment.